21 Januari 2010 - 2014
Dalam sunyi aku bertanya
"Sudah jadi apa anakmu ini mah?"
Anakmu
ini jadi kuliah mah, Alhamdulillah ada jalan lewat beasiswa (2011) yang
bisa buat aku tepatin janji mamah untuk bisa liat aku jadi mahasiswa
Anakmu
ini juga bisa kerja loh mah (2011-2012), mamah pernah pesan tak akan
pernah tega lihat aku kerja, namun aku melakukannya mah, semoga mamah
restui niat ku ini, aku berjuang mah
Anakmu ini digariskan
jadi sepertimu mah, kuliah di jurusan pendidikan dan jadi seorang
pendidik, kini aku mengajar anak-anak seperti yang sering ku lihat saat
duduk di kursi guru dan melihatmu mengajar kala itu (1995)
Anakmu
juga sudah dapat membuka mulut lebar-lebar saat bernyanyi, semenjak
ikut paduan suara di kampus (2011) aku bisa meningkatkan kuliatitas
bernyanyi seperti yang sering kau katakan sambil marah melihatku susah
membuka lebar mulutku saat berlatih bernyanyi bersama. Kini banyak teman
yang menemaniku bernyanyi mah.
Anakmu mengulang kisah
manis (2004) menjadi juara II lomba nyanyi solo se- Kab. Karawang dan
engkau Ibu, Pelatih, sekaligus motivatorku saat itu. Dan kini aku jadi
pelatih dari anak didikku di lomba yang sama. Aku juga sering melintas
digedung yang dulu aku berjuang ditemani olehmu mah.
Anakmu
kini juga bisa berbicara selayaknya engkau mah, menjadi MC dengan
public speaking dan attitude yang baik. walau mungkin belum bisa sebaik
yang dulu engkau lakukan, namun aku banyak belajar darimu mah.
Anakmu
yang dulu engkau ragukan saat dulu aku mantap berceritapulang sekolah
aku jadi ketua PMR di SMP (2006). Kini sekali lagi berjuang jadi seorang
pemimpin di Himpunan mah, sayangnya tak banyak yang bisa aku bagikan
karena tak ada lagi pendengar yang baik itu dirumah. Apakah sekarang
engkau yakin padaku mah?
Anakmu pun sudah lagi punya pacar
mah (2013), namun kali ini cukup singkat mah, engkau benar anakmu ini
masih mentah dalam menjalin hubungan. Rasanya ingin engkau ada disini
saat aku bawa seseorang yang aku cintai kehadapan orang yang sangat aku
cintai.
Anakmu juga sekarang lebih sering diluar rumah
mah, kegiatanku lumayan banyak mah dari pagi sampai malam. Engkau dulu
sering marahh ketika aku hanya diam dan tinggal di rumah seharian. Dulu
aku hanya ingin menemanimu mah, saat ini tak ada alasan lagi aku tuk
berdiam lama di rumah.
Anakmu juga sudah bisa bahasa sunda yang lebih halus mah, engkau paling tahu aku dulu sangat lemah dalam hal itu.
Anakmu
kini sedikit bisa merawat diri, memperhatikan penampilanku. Aku sudah
lebih sering pakai minyak rambut. walau tak selalu tapi ini kemajuan kan
mah?
Anakmu juga suka sayur, maafkan aku dulu yang tak
pernah mau mencoba makanan itu mah. Kini aku memakannya dengan lahap
sambil sesekali mengingat perkataanmu untuk "Jangan buat kulit kamu
kering dengan tidak suka sayur!"
Anakmu bisa ternyata bawa
motor, dulu waktu belajar pertama kali engkau adalah orang yang paling
hawatir dan tidak percaya aku akan bisa.
Anakmu lebih
sering tersenyum kini mah, engkau bilang jika aku dingin terhadap orang
lain aku hanya akan sendiri. Kini aku punya banyak teman mah.
Anakmu tak pernah lelah menjadi semakin matang dan sesuai dengan apa yang engkau harapkan.
Titip
pesanku Tuhan, tenang disana, kami mapan dulu dalam kesedihan (2010)
lalu kian dalam kehilangan (2012) tertutupi tangisan dingin (2013) dan
kini senyum kebahagiaan dari kami untuk engkau disisi-Nya.
Jaga beliau untuk hamba Tuhan,
Ttd. Anakmu yang selalu belajar untuk membanggakanmu, IBU.
